Jumat, 21 Maret 2014

KALI INI

 7/7/2013 menjelang bulan puasa 2013

Dalam hening ku menyabutnya
Duka pilu selama ini mulai terpikirkan
Memori ini tak pernah lepas akan masa lalu ku
Ku menadahkan tangan kepadaMu
Ku dekap kata yang kini tengah memikatku
Kata sederhana untuk ku ucap
Memohon ampun kepadaMu
Dekat denganMu lagi
Pikirku ulang tuk mengingat masa lalu
Malam hening ini menetes air mata
Tak begitu berarti air mata ini
Selain niat dan kata yang tengah menghantarkan ku
UntukMu ya Rabbi
Hati ini masih gersang ya Rabbi
Kali ini belum sejuk
Besuk malam mungkin akan lebih sejuk
Sejukkan hatiku ya Rabbi
Dengan keagunganMu dan KedamaianMu
Untuk menyambutnya, Bulan penuh berkah.

Jumat, 14 Maret 2014

NITE


Tak pernah sejalan 

Perkataan maupun perasaan
Malam ini tengah bernaung
Dalam Kuasa-Mu

Bulan yang tak bersinar
Awan mendung berdendang menyatu
Mengembun untuk esok
Tak pernah ada tanda
Tanda untuk esok

Berdendang yang tak pasti
Menyatu untuk tujuan
Bintang yang hanya tersenyum untukku
Menyapaku ditengah heningku

Hiningnya malam mulai berseturu
Tersandar dalam mimpi
Dalam angan dibawah sandaran
Walau terkadang tak terimpikan

Aku yang terus berseteru
Dengan heningnya malam
Tak ada yang tahu dan mengerti dengan semua ini
Hanya terbaca dan terlihat dalam angan-angan sepi

Sepatah kata yang belum ku ucap
Otak hanya bisa meledak
Bungkaman mulut yang tak mampu terbuka
Perlahan ku ucap walau tak pasti

Ku coba membuka dan perlahan mengartikan semua ini
Namun, aku tak mampu menembus anganku
Anganku yang masih disana.

Aku Tak sekadar Merindumu


Kau masih terlukis dibenak ini

Untuk mu, kalian ada
Sebuah jawaban yang takkan pernah terpecahkan
Kini ku merindumu tak sekadar hanya merindu
Sepatah kata yang kau kirimkan
Dengan pena kau dan aku melukiskan kerinduan yang menggebu-gebu
Taakada kata indah tuk dikatakan
“kami merindukan mu” itu kata yang sederhana
Begitu berartinya seminggu ini
Tak kan terbalaskan kebaikan yang terbaik
Hanya Engkau yang mebalas semua ini
Hingga kini masih direncanakan
Dan entah kapan kita berjumpa lagi
Tak ada yang sempurna memang
Tapi kesederhanaan dan perbedaan yang ada
Yang terus kuingat
Hanya waktu yang terus memisahkan
Namun waktu yang tepat yang terus kunanti
Untuk bertemu lagi

MIMPIKU

Tak sekedar aku bermimpi
Pena ini teman terbaikku
Ku melukiskan cerita dan memori
Pena kau selalu ada
Denganmu aku punya mimpi
Hitam biru merah tintamu
Goresan ini tergores dengan cerita
Cerita tentang mimpiku
Aku tak hanya bermimpi
Dengan pena dan selembar kertas aku punya harapan
Memang tak berharap banyak
Namun, aku ingin, harapan kecilku ini
Bukan hanya sekedar harapan
Tapi mimpi yang benar-benar akan terjadi
Dari lukisan tulisanku ini adalah awal suksesku kelak
Aku punya mimpi dan aku pernah bermimpi
Tak ada jauh tak ada dekat
Mimpiku ini tak punya jarak
Sejauh itu tak dapat aku ukur
Mimpiku adalah pondasi semangatku
Pondasi kesuksesanku
Esok adalah harapan terindahku
Mimpi menurutku segumpal keinginan yang harus ku capai
Aku ingin seperti air
Terus mengalir menjalani lintasan hidupnya dengan penuh keriangan demi satu tujuan dan impiannya
Bermuara ke samudera luas
Dan bukan tujuan terakhirnya
Masih panjang dan masih luas
Begitu juga dengan mimpiku.