Jumat, 14 Maret 2014

Aku Tak sekadar Merindumu


Kau masih terlukis dibenak ini

Untuk mu, kalian ada
Sebuah jawaban yang takkan pernah terpecahkan
Kini ku merindumu tak sekadar hanya merindu
Sepatah kata yang kau kirimkan
Dengan pena kau dan aku melukiskan kerinduan yang menggebu-gebu
Taakada kata indah tuk dikatakan
“kami merindukan mu” itu kata yang sederhana
Begitu berartinya seminggu ini
Tak kan terbalaskan kebaikan yang terbaik
Hanya Engkau yang mebalas semua ini
Hingga kini masih direncanakan
Dan entah kapan kita berjumpa lagi
Tak ada yang sempurna memang
Tapi kesederhanaan dan perbedaan yang ada
Yang terus kuingat
Hanya waktu yang terus memisahkan
Namun waktu yang tepat yang terus kunanti
Untuk bertemu lagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar